This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 Mei 2015

Indonesia u-23 menang tipis atas Malaysia

 Tim nasional Indonesia U-23 memetik kemenangan tipis 1-0 saat berujicoba melawan Malaysia sebagai persiapan menjelang SEA Games 2015. Gol kemenangan itu dicetak oleh Wawan Pebrianto.

Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/5/2015), timnas U-23 bisa unggul 1-0 saat turun minum.

Gol itu dicetak oleh Wawan pada menit ke-37. Berawal dari sapuan bek Malaysia mengantisipasi sepakan sudut Evan Dimas Darmono, Wawan bisa menguasai bola di sisi kiri kotak penalti tim 'Harimau Muda'.

Wawan lantas melepaskan satu sepakan terarah ke sudut kanan atas gawang, yang gagal dijangkau oleh kiper Malaysia Mohammad Farhan Abu Bakar.

Di babak pertama, timnas U-23 sebenarnya bisa mendapatkan beberapa peluang emas. Sialnya, Ferinando Pahabol masih kurang maksimal memanfaatkan kans emas itu.

Timnas U-23 harus bermain dengan 10 orang pada menit 61. Hansamu Yama mendapatkan kartu kuning kedua setelah tangannya mengenai muka salah satu pemain Malaysia dalam perebutan bola.

Kiper timnas U-23 Muhammad Natsir Fadhil melakukan penyelamatan gemilang pada menit 67. Dia menepis sepakan Mohamad Amirul Hisyam Awan, hingga bolanya membentur mistar. 

Di sisa pertandingan, Malaysia tak mampu memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Laga pertama cabang olahraga SEA Games 2015 akan mulai pada 29 Mei mendatang. Timnas U-23 akan menghadapi Myanmar di laga pertama Grup A yang berlangsung di stadion Jalan Besar, pada 2 Juni mendatang.

detik


Rabu, 20 Mei 2015

Sunderland Terbebas dari Degradasi

London - Sunderland mencuri satu poin dari lawatannya ke markas Arsenal setelah bermain imbang 0-0. Namun satu poin dari laga ini sudah cukup untuk membuat mereka selamat dari jeratan degradasi.

Dalam pertandingan di Emirates Stadium, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB, Arsenal sebenarnya tampil sangat dominan. Penguasaan bola tuan rumah mencapai 75%. Arsenal tercatat melepaskan 28 kali upaya mencetak gol dengan delapan yang berstatus on target.

Namun rapatnya pertahanan Sunderland membuat upaya Arsenal tak membuahkan hasil. Sementara Sunderland yang beberapa kali mendapat peluang lewat serangan balik tak mampu memaksimalkan kesempatannya.

Tambahan satu poin dari laga ini membawa Sunderland naik ke peringkat ke-15 dan secara matematis aman dari degradasi. Pasukan Dick Advocaat itu mengumpulkan 38 poin dari 37 pertandingan.

Sementara itu, Arsenal masih tetap berada di urutan ketiga dengan 72 poin. Dengan satu laga tersisa, The Gunners sudah tidak bisa lagi menyalip Manchester City yang ada di urutan kedua dengan 76 poin.

Juve Makin Dekat dengan Treble

Juventus sukses meraih titel kedua musim ini sebagai juara Coppa Italia setelah menumbangkan Lazio di partai final. Kini, saatnya Bianconeri berburu titel ketiga di Liga Champions. 

Trofi Coppa Italia itu didapatkan Kamis (21/5/2015) dinihari WIB di Stadion Olimpico. Sempat tertinggal satu gol lebih dulu, akhirnya Juve mengakhiri pertandingan dengan skor 2-1 lewat babak extra time. 

Sukses itu menjadi gelar juara kedua Juve musim ini. Sebelumnya, mereka sudah meraih Scudetto. 

Peluang untuk meraih treble pun terbuka. Juve juga melaju ke final Liga Champions menghadapi Barcelona di Berlun pada 6 Juni.

"Aku harus mengatakan kalau tak mudah bisa sekaligus memenangkan Scudetto dan Coppa Italia. Sekarang saatnya kami untuk mencoba meraih titel ketiga," kata Allegri seperti dikutip Football Italia. 

"Tak gampang bermain dalam tiga turnamen sepanjang musim. Sekarang kami mencoba untuk menyelaraskan antara menghidupkan mimpi dan kembali kepada 

detik

Juve Juara Coppa Italia

Roma - Juventus mendapatkan trofi kedua mereka musim ini. Di partai final Coppa Italia, Bianconerimengalahkan Lazio dengan skor 2-1 lewat babak extra time.

Pada duel yang dihelat di Stadion Olimpico, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB, Lazio unggul lebih dulu di menit keempat lewat Stefan Radu. Juve membalas di menit ke-11 dari gol Giorgio Chiellini.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis. Gol kemenangan 'Si Nyonya Besar' dicetak Alessandro Matri di menit ke-97.

Kemenangan ini memastikan Juve menyudahi puasa 20 tahun gelar Coppa Italia setelah terakhir kali jadi juara di tahun 1995. Klub asal Turin itu resmi jadi pengoleksi trofi terbanyak di turnamen ini dengan 10 piala.
Coppa Italia jadi trofi kedua Juve musim ini setelah Scudetto. Peluang treble masih terbuka lebar andaikan mampu memenangi laga final Liga Champions kontra Barcelona 6 Juni mendatang.

detik

Barca dan Juve Bisa Pakai Jersey Utamanya di Final

Kabar baik untuk Barcelona. The Catalans diperkenankan untuk memakaijersey utamanya dalam final Liga Champions menghadapi Juventus pada awal Juni mendatang.

Untuk laga final Liga Champions 2014/2015, UEFA sudah menetapkan kalau Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah sementara Barcelona menjadi tim tamu.

Karena jadi tuan rumah, Juventus berhak memakai jerseyutama mereka yang berwarna hitam dan putih dalam corak garis vertikal. 

Meski bertindak sebagai 'tamu' Barcelona ternyata tidak harus memakai seragam kedua mereka. Karena warnajersey utama kedua tim sangat kontras, UEFA sudah mengizinkan Lionel Messi dkk tampil dengan seragam utamanya yakni biru-merah dalam corak garis vertikal. Demikian dikutip dari Marca.

Sejak Liga Champions berubah format di tahun 1992, Barcelona sudah maju empat kali ke final. Di seluruh laga tersebut Barca selalu tampil dengan seragam utamanya dan menjadi juara di tahun 2006, 2009 dan 2011. Satu-satunya kegagalan jadi juara adalah di tahun 1994 ketika kalah 0-4 dari AC Milan.

Sementara di tahun 1992 Barca jadi juara Piala Champions dengan memakai seragam oranye, di mana mereka mengalahkan Sampdoria dengan 1-0. Di tahun 1986 Barcelona kalah dari Steaua București di final saat memakai seragam biru, sementara di 1961 Barca tunduk di tangan Benfica 2-3 dalam seragam utama mereka.

Untuk Juventus, final terakhir Liga Champions mereka adalah di tahun 2003. Tampil dengan seragam putih-hitam ketika itu, Bianconeri kalah adu penalti oleh AC Milan. Di tahun 1996 Juventus justru jadi juara saat memakai jersey berwarna biru, mereka mengalahkan Ajax Amsterdam 4-2 juga lewat penalti.

Final Liga Champions musim ini akan dihelat pada 6 Juni, di Olympiastadion, Berlin.

detik

Madrid tentang Ronaldo...

Sepanjang 113 tahun sejarahnya, tak pernah Real Madrid punya pemain setajam Cristiano Ronaldo. Tapi enam musim sejak kedatangan CR7, El Real baru sekali memenangi La Liga Primera.

Sabtu (16/5/2015) lalu Madrid kehilangan gelar Liga Spanyol. Meski menang 4-1 dalam lawatan ke Espanyol, Madrid tetap tidak bisa mengejar Barcelona yang pada pertandingan lain menang 1-0 di kandang Atletico Madrid. Madrid tertinggal empat poin saat kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan lagi.

Kegagalan Madrid merebut trofi Liga Spanyol menjadi ironi dalam sejarah panjang klub tersebut. Sebabnya adalah keberadaan Ronaldo yang ternyata masih belum cukup memberi mereka gelar Liga Spanyol dan memupus dominasi The Catalans.

Padahal tidak pernah sebelumnya sepanjang sejarah Madrid memiliki pemain seperti Ronaldo. Di musim keenamnya bermukin di Santiago Bernabeu, Ronaldo sudah membuat 222 gol di Liga Spanyol saja. Dia sudah memecahkan banyak rekor klub yang sebelumnya seperti tidak mungkin dicapai. Ronaldo sudah berdiri di antara para legenda Madrid seperti Alfredo di Stefano dan Raul Gonzalez.

Tapi sejak Ronaldo datang ke Spanyol di musim 2009/2010, Madrid cuma berhasil memanfaatkan ketajaman pemain asal Portugal itu dengan satu gelar La Liga di musim 2011/2012. Dalam kurun yang sama Barcelona tampil dominan dengan empat gelar, sementara musim lalu titel tersebut disabet Atletico Madrid.

Ronaldo sejatinya sudah tampil luar biasa dalam seragam Madrid. Kecuali di musim pertamanya (26 gol), tidak pernah CR7 mencetak gol di bawah 30. Mantan pemain Manchester United itu malah membuat 46 gol di 2011/2012, saat mengantar Madrid menjadi juara. 

Rata-rata Ronaldo membuat 37 gol per musim di Liga Spanyol. Sebuah capaian luar biasa yang tidak pernah dipunya pemain Madrid lainnya. Dengan keunggulan empat gol atas Lionel Messi saat ini, Ronaldo malah berpeluang merebut Trofi Pichichi-nya yang ketiga

Kalau Ronaldo begitu tajam dan sangat subur bikin gol, kenapa Madrid kesulitan memenangi Liga Spanyol? Ketidakseimbangan tim bisa menjadi salah satu alasannya. Madrid memang mendatangkan Gareth Bale untuk menemaninya di lini depan, tapi skuat Madrid masih belum cukup seimbang.

Madrid dianggap masih rapuh di belakang. Dalam lima musim terakhir Madrid selalu bisa membuat lebih dari 100 gol, namun di saat bersamaan gawang mereka selalu kebobolan di atas 30 kali. Demikian dikutip dariMarca.

Saat Ronaldo beerapa kali memenangi Pichichi, dalam kurun yang sama tidak sekalipun kiper-kiper El Realmeraih Penghargaan Zamora sebagai kiper terbaik. Kiper terbaik musim ini hampir dipastikan jadi milik Claudio Bravo, sementara dua musim sebelumnya direbut Thibaut Courtois. Sedangkan di 2010/2011 dan 2011/2012 Victor Valdes yang meraihnya.

Di musim ini kondisi serupa terjadi. Madrid total sudah membuat 111 gol, tiga gol lebih banyak dibanding Barcelona. Tapi mereka kebobolan 35 kali, 16 lebih banyak dibanding Barcelona. Bahkan Athletic Bilbao (29), Valencia (30) dan Villarreal (33) punya pertahanan yang lebih baik.

Masih beberapa musim lagi Madrid akan diperkuat Ronaldo. Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah Madrid akan bisa memanfaatkan ketajaman Ronaldo untuk mengantar mereka memenangi gelar.

detik

Jumat, 24 April 2015

Barca vs Munchen, Madrid vs Juve

Nyon - Raksasa Spanyol, Barcelona, akan menghadapi Bayern Munich di semifinal Liga Champions. Sementara itu juara musim lalu, Real Madrid, akan menghadapi Juventus.

Dalam undian yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, Jumat (24/4), eks penyerang Borussia Dortmund dan Liverpool, Karl-Heinz Riedle, membantu melakukan pengundian. Dari tangannya, diresmikanlah laga Barcelona vs Bayern.

Dengan demikian, pelatih Bayern, Pep Guardiola, akan menghadapi tim yang pernah dibesutnya dan diantarkannya meraih dua gelar juara Liga Champions.

Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan Juventus dan Madrid. Kedua tim pernah bertemu pada final Liga Champions tahun 1998. Ketika itu, Madrid keluar sebagai pemenangnya.

Musim 2002/2003, Juventus dan Madrid juga pernah bertemu di semifinal. Hasilnya, Juventus sukses menyingkirkan Los Blancos dan melaju ke final.

Laga semifinal akan berlangsung pada 5-6 Mei 2015 dan 12-13 Mei 2015. Laga final akan dihelat di Berlin, Jerman, pada tanggal 6 Juni 2015.

Hasil Semifinal Liga Champions

FC Barcelona vs FC Bayern Munich
Juventus vs Real Madrid

detik

Kamis, 23 April 2015

Jangan Ada El Clasico

Untuk kali kelima secara beruntun Spanyol meloloskan lebih dari satu wakilnya ke semifinal Liga Champions. Kalau bisa memilih, fans Barcelona dan Real Madrid berharap El Clasico terjadi di final saja.

Spanyol kembali menunjukkan dominasinya di sepakbola Eropa setelah mengantar dua wakil ke semifinal Liga Champions. Barcelona lolos setelah menggasak Paris Saint Germain dengan agregat 5-1, sementara El Real susah payah menyingkirkan Atletico Madrid 1-0.

Ini adalah musim kelima secara beruntun Spanyol meloloskan dua klubnya ke babak semifinal. Musim lalu, duo Madrid lolos ke semifinal dan bahkan harus bertarung di partai puncak, yang pada akhirnya dimenangiLos Merengues.

Pada musim 2012/2013 Barca dan Madrid juga sama-sama lolos ke semifinal, namun keduanya gagal melangkah ke partai puncak setelah masing-masing ditundukkan Bayern Munich serta Borussia Dortmund. Setahun sebelumnya, musim 2011/2012, Barca dan Madrid juga terdepak di semifinal oleh Chelsea dan Bayern Munich. 

El Clasico di semifinal terjadi di 2010/2011. Ketika itu Barca menundukkan Madrid dengan agregat 3-1, dan pada akhinya menuntaskan kompetisi sebagai juara setelah menang 3-1 atas Manchester United di final.

Jelang digelarnya drawing babak semifinal, Jumat (24/4/2015) malam pukul 18.00 WIB nanti, pendukung Barcelona dan Madrid sama-sama tidak berharap tercipta El Clasico di semifinal. Itu terangkum dalam jajak pendapat yang digelar Marca.

Dari 30.000 peserta jajak pendapat, Mayorita mengharapkan Madrid berhadapan dengan Juventus di semifinal, angkanya mencapai 60,4%. Sementara duel Madrid dengan Bayern dipilih oleh 20,2% dan Madrid vs Barcelona dipilih oleh 19,4% peserta.

Untuk fans Barcelona, mereka mayoritas berharap bisa bereuni dengan Josep Guardiola. Yang mengharapkan duel Barca dengan Bayern mencapai 54,5%, sedangkan pertemuan dengan Juventus dipilih oleh 27% dan El Clasico dipilih oleh 18,5%.

detik

Data dan Fakta Semifinal Liga Champions

Barcelona dan Real Madrid meneruskan dominasi Spanyol di pentas Liga Champions setelah sama-sama lolos ke semifinal. Keduanya juga tercatat sebagai klub yang paling sering lolos ke babak empat besar.

Setelah menuntaskan duel leg babak perempatfinal, keempat klub yang lolos ke semifinal akan mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi dalamdrawing yang digelar Jumat (24/4/2015) pukul 18.00 WIB nanti. Setiap klub dapat bertemu dengan klub lainnya, yang membuat peluang El Clasico di semifinal atau bahkan all spanish final bisa terjadi.

Berikut data dan fakta babak semifinal Liga Champions, seperti dikutip dari situs resmi UEFA:

- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama tidak bikin gol di laga perempatfinal, masing-masing ke gawang Paris Saint Germain dan Atletico Madrid. Ini adalah kali pertama sejak 2005/2006 baik Messi ataupun Ronaldo tidak bikin gol di babak delapan besar.

- Barcelona lolos ke semifinal untuk ke-11 kali, yang menjadi rekor terbanyak di Eropa. Sementara Madrid dan Bayern Munich menjadi klub kedua dan ketiga yang paling sering masuk semifinal Liga Champions yakni 10 dan sembilan kali. Sementara Juventus akan menjalani semifinalnya yang keenam.

- Madrid dan Bayern lolos ke semifinal Liga Champions lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali kelima secara beruntun, yang menorehkan rekor baru untuk mereka sendiri. Rangkaian masik semifinal Liga Champions paling panjang adalah enam kali beruntun yang dipunya Barcelona pada musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

- Keunggulan 2-0 atas PSG di Camp Nou menjadi kemenangan kedelapan Barcelona secara beruntun. Rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Champions saat ini dipegang Bayern Munich dan Real Madrid (10)
- Dari 88 semifinalis sejak Liga Champions dimulai, 26 di antaranya milik wakil Spanyol. Tidak ada negara lain yang punya jumlah partisipasi sebanyak itu di babak empat besar. Ini adalah kali kelima secara beruntun Spanyol punya lebih dari satu wakil di semifinal - sebuah rekor baru di kompetisi ini.

- Sudah 10 tahun babak perempatfinal tidak memunculkan laga yang harus dituntaskan hingga perpanjangan waktu. Kali terakhir itu terjadi adalah di 2004/2005 saat PSV Eindhoven berhadapan dengan Olympique Lyonnais. Ketika itu PSV akhirnya menang lewat adu penalti. Itu juga menjadi satu-satunya adu penalti di perempatfinal Liga Champions.

- Meski duel Bayern dan Porto menghasilkan 11 gol di dua leg, total 19 gol yang dibuat pada delapan pertandingan babak perempatfinal merupakan yang paling sedikit sejak 2007/08.

- Sepanjang sejarah Liga/Piala Champions baru ada lima klub yang bisa bikin lima gol di satu babak. Bayern sudah melakukannya dua kali di musim ini: yang pertama saat melawat ke kandang AS Roma di bulan Oktober dan ketika menjamu Porto di perempatfinal.

- Kekalahan Porto di atas Bayern merupakan yang ke-51 yang mereka derita di kompetisi ini. Kekalahan 1-6 juga menyamai margin kekalahan terbesar klub Portugal itu sebelumnya yakni saat digasak Arsenal 0-5.

- Gol Jackson Martínez ke gawang Bayern merupakan gol ke-200 Porto di Liga Champions. Porto menjadi klub kesembilan yang punya capaian tersebut.

- Kemenangan 1-0 atas Atletico merupakan pertandingan ke-140 Carlo Ancelotti di Liga Champions. Rekor pertandingan terbanyak seorang pelatih adalah 190 yang dipegang Sir Alex Ferguson.

- Je;re;my Toulalan dari AS Monaco sudah tampil di 50 pertandingan Liga Champions. Dia sebelumnya tampil di kompetisi tersebut bersama tiga klub berbeda FC Nantes, Olympique Lyonnais and Málaga CF.

detik

Data dan Fakta Semifinal Liga Champions

Barcelona dan Real Madrid meneruskan dominasi Spanyol di pentas Liga Champions setelah sama-sama lolos ke semifinal. Keduanya juga tercatat sebagai klub yang paling sering lolos ke babak empat besar.

Setelah menuntaskan duel leg babak perempatfinal, keempat klub yang lolos ke semifinal akan mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi dalamdrawing yang digelar Jumat (24/4/2015) pukul 18.00 WIB nanti. Setiap klub dapat bertemu dengan klub lainnya, yang membuat peluang El Clasico di semifinal atau bahkan all spanish final bisa terjadi.

Berikut data dan fakta babak semifinal Liga Champions, seperti dikutip dari situs resmi UEFA:

- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama tidak bikin gol di laga perempatfinal, masing-masing ke gawang Paris Saint Germain dan Atletico Madrid. Ini adalah kali pertama sejak 2005/2006 baik Messi ataupun Ronaldo tidak bikin gol di babak delapan besar.

- Barcelona lolos ke semifinal untuk ke-11 kali, yang menjadi rekor terbanyak di Eropa. Sementara Madrid dan Bayern Munich menjadi klub kedua dan ketiga yang paling sering masuk semifinal Liga Champions yakni 10 dan sembilan kali. Sementara Juventus akan menjalani semifinalnya yang keenam.

- Madrid dan Bayern lolos ke semifinal Liga Champions lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali kelima secara beruntun, yang menorehkan rekor baru untuk mereka sendiri. Rangkaian masik semifinal Liga Champions paling panjang adalah enam kali beruntun yang dipunya Barcelona pada musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

- Keunggulan 2-0 atas PSG di Camp Nou menjadi kemenangan kedelapan Barcelona secara beruntun. Rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Champions saat ini dipegang Bayern Munich dan Real Madrid (10)
- Dari 88 semifinalis sejak Liga Champions dimulai, 26 di antaranya milik wakil Spanyol. Tidak ada negara lain yang punya jumlah partisipasi sebanyak itu di babak empat besar. Ini adalah kali kelima secara beruntun Spanyol punya lebih dari satu wakil di semifinal - sebuah rekor baru di kompetisi ini.

- Sudah 10 tahun babak perempatfinal tidak memunculkan laga yang harus dituntaskan hingga perpanjangan waktu. Kali terakhir itu terjadi adalah di 2004/2005 saat PSV Eindhoven berhadapan dengan Olympique Lyonnais. Ketika itu PSV akhirnya menang lewat adu penalti. Itu juga menjadi satu-satunya adu penalti di perempatfinal Liga Champions.

- Meski duel Bayern dan Porto menghasilkan 11 gol di dua leg, total 19 gol yang dibuat pada delapan pertandingan babak perempatfinal merupakan yang paling sedikit sejak 2007/08.

- Sepanjang sejarah Liga/Piala Champions baru ada lima klub yang bisa bikin lima gol di satu babak. Bayern sudah melakukannya dua kali di musim ini: yang pertama saat melawat ke kandang AS Roma di bulan Oktober dan ketika menjamu Porto di perempatfinal.

- Kekalahan Porto di atas Bayern merupakan yang ke-51 yang mereka derita di kompetisi ini. Kekalahan 1-6 juga menyamai margin kekalahan terbesar klub Portugal itu sebelumnya yakni saat digasak Arsenal 0-5.

- Gol Jackson Martínez ke gawang Bayern merupakan gol ke-200 Porto di Liga Champions. Porto menjadi klub kesembilan yang punya capaian tersebut.

- Kemenangan 1-0 atas Atletico merupakan pertandingan ke-140 Carlo Ancelotti di Liga Champions. Rekor pertandingan terbanyak seorang pelatih adalah 190 yang dipegang Sir Alex Ferguson.

- Je;re;my Toulalan dari AS Monaco sudah tampil di 50 pertandingan Liga Champions. Dia sebelumnya tampil di kompetisi tersebut bersama tiga klub berbeda FC Nantes, Olympique Lyonnais and Málaga CF.

detik

Data dan Fakta Semifinal Liga Champions

Barcelona dan Real Madrid meneruskan dominasi Spanyol di pentas Liga Champions setelah sama-sama lolos ke semifinal. Keduanya juga tercatat sebagai klub yang paling sering lolos ke babak empat besar.

Setelah menuntaskan duel leg babak perempatfinal, keempat klub yang lolos ke semifinal akan mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi dalamdrawing yang digelar Jumat (24/4/2015) pukul 18.00 WIB nanti. Setiap klub dapat bertemu dengan klub lainnya, yang membuat peluang El Clasico di semifinal atau bahkan all spanish final bisa terjadi.

Berikut data dan fakta babak semifinal Liga Champions, seperti dikutip dari situs resmi UEFA:

- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama tidak bikin gol di laga perempatfinal, masing-masing ke gawang Paris Saint Germain dan Atletico Madrid. Ini adalah kali pertama sejak 2005/2006 baik Messi ataupun Ronaldo tidak bikin gol di babak delapan besar.

- Barcelona lolos ke semifinal untuk ke-11 kali, yang menjadi rekor terbanyak di Eropa. Sementara Madrid dan Bayern Munich menjadi klub kedua dan ketiga yang paling sering masuk semifinal Liga Champions yakni 10 dan sembilan kali. Sementara Juventus akan menjalani semifinalnya yang keenam.

- Madrid dan Bayern lolos ke semifinal Liga Champions lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali kelima secara beruntun, yang menorehkan rekor baru untuk mereka sendiri. Rangkaian masik semifinal Liga Champions paling panjang adalah enam kali beruntun yang dipunya Barcelona pada musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

- Keunggulan 2-0 atas PSG di Camp Nou menjadi kemenangan kedelapan Barcelona secara beruntun. Rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Champions saat ini dipegang Bayern Munich dan Real Madrid (10)
- Dari 88 semifinalis sejak Liga Champions dimulai, 26 di antaranya milik wakil Spanyol. Tidak ada negara lain yang punya jumlah partisipasi sebanyak itu di babak empat besar. Ini adalah kali kelima secara beruntun Spanyol punya lebih dari satu wakil di semifinal - sebuah rekor baru di kompetisi ini.

- Sudah 10 tahun babak perempatfinal tidak memunculkan laga yang harus dituntaskan hingga perpanjangan waktu. Kali terakhir itu terjadi adalah di 2004/2005 saat PSV Eindhoven berhadapan dengan Olympique Lyonnais. Ketika itu PSV akhirnya menang lewat adu penalti. Itu juga menjadi satu-satunya adu penalti di perempatfinal Liga Champions.

- Meski duel Bayern dan Porto menghasilkan 11 gol di dua leg, total 19 gol yang dibuat pada delapan pertandingan babak perempatfinal merupakan yang paling sedikit sejak 2007/08.

- Sepanjang sejarah Liga/Piala Champions baru ada lima klub yang bisa bikin lima gol di satu babak. Bayern sudah melakukannya dua kali di musim ini: yang pertama saat melawat ke kandang AS Roma di bulan Oktober dan ketika menjamu Porto di perempatfinal.

- Kekalahan Porto di atas Bayern merupakan yang ke-51 yang mereka derita di kompetisi ini. Kekalahan 1-6 juga menyamai margin kekalahan terbesar klub Portugal itu sebelumnya yakni saat digasak Arsenal 0-5.

- Gol Jackson Martínez ke gawang Bayern merupakan gol ke-200 Porto di Liga Champions. Porto menjadi klub kesembilan yang punya capaian tersebut.

- Kemenangan 1-0 atas Atletico merupakan pertandingan ke-140 Carlo Ancelotti di Liga Champions. Rekor pertandingan terbanyak seorang pelatih adalah 190 yang dipegang Sir Alex Ferguson.

- Je;re;my Toulalan dari AS Monaco sudah tampil di 50 pertandingan Liga Champions. Dia sebelumnya tampil di kompetisi tersebut bersama tiga klub berbeda FC Nantes, Olympique Lyonnais and Málaga CF.

detik

Data dan Fakta Semifinal Liga Champions

Barcelona dan Real Madrid meneruskan dominasi Spanyol di pentas Liga Champions setelah sama-sama lolos ke semifinal. Keduanya juga tercatat sebagai klub yang paling sering lolos ke babak empat besar.

Setelah menuntaskan duel leg babak perempatfinal, keempat klub yang lolos ke semifinal akan mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi dalamdrawing yang digelar Jumat (24/4/2015) pukul 18.00 WIB nanti. Setiap klub dapat bertemu dengan klub lainnya, yang membuat peluang El Clasico di semifinal atau bahkan all spanish final bisa terjadi.

Berikut data dan fakta babak semifinal Liga Champions, seperti dikutip dari situs resmi UEFA:

- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama tidak bikin gol di laga perempatfinal, masing-masing ke gawang Paris Saint Germain dan Atletico Madrid. Ini adalah kali pertama sejak 2005/2006 baik Messi ataupun Ronaldo tidak bikin gol di babak delapan besar.

- Barcelona lolos ke semifinal untuk ke-11 kali, yang menjadi rekor terbanyak di Eropa. Sementara Madrid dan Bayern Munich menjadi klub kedua dan ketiga yang paling sering masuk semifinal Liga Champions yakni 10 dan sembilan kali. Sementara Juventus akan menjalani semifinalnya yang keenam.

- Madrid dan Bayern lolos ke semifinal Liga Champions lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali kelima secara beruntun, yang menorehkan rekor baru untuk mereka sendiri. Rangkaian masik semifinal Liga Champions paling panjang adalah enam kali beruntun yang dipunya Barcelona pada musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

- Keunggulan 2-0 atas PSG di Camp Nou menjadi kemenangan kedelapan Barcelona secara beruntun. Rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Champions saat ini dipegang Bayern Munich dan Real Madrid (10)
- Dari 88 semifinalis sejak Liga Champions dimulai, 26 di antaranya milik wakil Spanyol. Tidak ada negara lain yang punya jumlah partisipasi sebanyak itu di babak empat besar. Ini adalah kali kelima secara beruntun Spanyol punya lebih dari satu wakil di semifinal - sebuah rekor baru di kompetisi ini.

- Sudah 10 tahun babak perempatfinal tidak memunculkan laga yang harus dituntaskan hingga perpanjangan waktu. Kali terakhir itu terjadi adalah di 2004/2005 saat PSV Eindhoven berhadapan dengan Olympique Lyonnais. Ketika itu PSV akhirnya menang lewat adu penalti. Itu juga menjadi satu-satunya adu penalti di perempatfinal Liga Champions.

- Meski duel Bayern dan Porto menghasilkan 11 gol di dua leg, total 19 gol yang dibuat pada delapan pertandingan babak perempatfinal merupakan yang paling sedikit sejak 2007/08.

- Sepanjang sejarah Liga/Piala Champions baru ada lima klub yang bisa bikin lima gol di satu babak. Bayern sudah melakukannya dua kali di musim ini: yang pertama saat melawat ke kandang AS Roma di bulan Oktober dan ketika menjamu Porto di perempatfinal.

- Kekalahan Porto di atas Bayern merupakan yang ke-51 yang mereka derita di kompetisi ini. Kekalahan 1-6 juga menyamai margin kekalahan terbesar klub Portugal itu sebelumnya yakni saat digasak Arsenal 0-5.

- Gol Jackson Martínez ke gawang Bayern merupakan gol ke-200 Porto di Liga Champions. Porto menjadi klub kesembilan yang punya capaian tersebut.

- Kemenangan 1-0 atas Atletico merupakan pertandingan ke-140 Carlo Ancelotti di Liga Champions. Rekor pertandingan terbanyak seorang pelatih adalah 190 yang dipegang Sir Alex Ferguson.

- Je;re;my Toulalan dari AS Monaco sudah tampil di 50 pertandingan Liga Champions. Dia sebelumnya tampil di kompetisi tersebut bersama tiga klub berbeda FC Nantes, Olympique Lyonnais and Málaga CF.

detik

Data dan Fakta Semifinal Liga Champions

Barcelona dan Real Madrid meneruskan dominasi Spanyol di pentas Liga Champions setelah sama-sama lolos ke semifinal. Keduanya juga tercatat sebagai klub yang paling sering lolos ke babak empat besar.

Setelah menuntaskan duel leg babak perempatfinal, keempat klub yang lolos ke semifinal akan mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi dalamdrawing yang digelar Jumat (24/4/2015) pukul 18.00 WIB nanti. Setiap klub dapat bertemu dengan klub lainnya, yang membuat peluang El Clasico di semifinal atau bahkan all spanish final bisa terjadi.

Berikut data dan fakta babak semifinal Liga Champions, seperti dikutip dari situs resmi UEFA:

- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama tidak bikin gol di laga perempatfinal, masing-masing ke gawang Paris Saint Germain dan Atletico Madrid. Ini adalah kali pertama sejak 2005/2006 baik Messi ataupun Ronaldo tidak bikin gol di babak delapan besar.

- Barcelona lolos ke semifinal untuk ke-11 kali, yang menjadi rekor terbanyak di Eropa. Sementara Madrid dan Bayern Munich menjadi klub kedua dan ketiga yang paling sering masuk semifinal Liga Champions yakni 10 dan sembilan kali. Sementara Juventus akan menjalani semifinalnya yang keenam.

- Madrid dan Bayern lolos ke semifinal Liga Champions lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali kelima secara beruntun, yang menorehkan rekor baru untuk mereka sendiri. Rangkaian masik semifinal Liga Champions paling panjang adalah enam kali beruntun yang dipunya Barcelona pada musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

- Keunggulan 2-0 atas PSG di Camp Nou menjadi kemenangan kedelapan Barcelona secara beruntun. Rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Champions saat ini dipegang Bayern Munich dan Real Madrid (10)
- Dari 88 semifinalis sejak Liga Champions dimulai, 26 di antaranya milik wakil Spanyol. Tidak ada negara lain yang punya jumlah partisipasi sebanyak itu di babak empat besar. Ini adalah kali kelima secara beruntun Spanyol punya lebih dari satu wakil di semifinal - sebuah rekor baru di kompetisi ini.

- Sudah 10 tahun babak perempatfinal tidak memunculkan laga yang harus dituntaskan hingga perpanjangan waktu. Kali terakhir itu terjadi adalah di 2004/2005 saat PSV Eindhoven berhadapan dengan Olympique Lyonnais. Ketika itu PSV akhirnya menang lewat adu penalti. Itu juga menjadi satu-satunya adu penalti di perempatfinal Liga Champions.

- Meski duel Bayern dan Porto menghasilkan 11 gol di dua leg, total 19 gol yang dibuat pada delapan pertandingan babak perempatfinal merupakan yang paling sedikit sejak 2007/08.

- Sepanjang sejarah Liga/Piala Champions baru ada lima klub yang bisa bikin lima gol di satu babak. Bayern sudah melakukannya dua kali di musim ini: yang pertama saat melawat ke kandang AS Roma di bulan Oktober dan ketika menjamu Porto di perempatfinal.

- Kekalahan Porto di atas Bayern merupakan yang ke-51 yang mereka derita di kompetisi ini. Kekalahan 1-6 juga menyamai margin kekalahan terbesar klub Portugal itu sebelumnya yakni saat digasak Arsenal 0-5.

- Gol Jackson Martínez ke gawang Bayern merupakan gol ke-200 Porto di Liga Champions. Porto menjadi klub kesembilan yang punya capaian tersebut.

- Kemenangan 1-0 atas Atletico merupakan pertandingan ke-140 Carlo Ancelotti di Liga Champions. Rekor pertandingan terbanyak seorang pelatih adalah 190 yang dipegang Sir Alex Ferguson.

- Je;re;my Toulalan dari AS Monaco sudah tampil di 50 pertandingan Liga Champions. Dia sebelumnya tampil di kompetisi tersebut bersama tiga klub berbeda FC Nantes, Olympique Lyonnais and Málaga CF.

detik

Semifinal Liga Champions: El Clasico, Suarez vs Chiellini, Reuni Pep-Barca, atau...?

Pengundian empat besar Liga Champions akan dilangsungkan hari ini. Mengetengahkan empat tim top Eropa, skenario-skenario menarik pun ikut hadir.

Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus kini menunggu bagaimana hasil pengundian Jumat (24/4/2015) sore nanti. Empat tim itu sendiri merupakan tim-tim yang paling sering menembus semifinal; Madrid (31), Barca (30), Bayern (25), Juve (22).

Potensi partai-partai sengit tersaji, apalagi keempat tim tersebut juga memunculkan total 21 raihan titel Piala/Liga Champions; Madrid (10 titel), Bayern (5), Barca (4), Juve (2).

Tak ada pembatasan negara dalam pengundian tersebut. Walhasil bisa-bisa saja dua wakil Spanyol di semifinal, Barca dan Madrid, harus berhadapan--mengetengahkan sebuah El Clasico yang mempertaruhkan tiket partai puncak.

Selain itu ada pula skenario-skenario lain yang tak kalah menarik. Bayern versus Barca, misalnya.

Jika hasil pengundian memunculkan hasil demikian maka peracik taktik Bayern, Pep Guardiola, akan berhadapan dengan Barca untuk kali pertama sejak ia meninggalkan klub tersebut pada 2012. Dijamin menarik mengingat Guardiola, yang sebagai pelatih pernah mempersembahkan setumpuk gelar termasuk dua titel Liga Champions buat Blaugrana, kini akan berusaha menjatuhkan bekas klubnya itu demi meraih sukses bersama tim barunya.

Kemudian ada pula skenario Barca lawan Juve. Kemungkinan munculnya duel tersebut juga bakal menarik karena sosok Luis Suarez di Los Cules dan Giorgio Chiellini di Bianconeri.

Baru musim panas lalu Suarez dan Chiellini punya "story" khusus. Saat itu, di Piala Dunia, Suarez kedapatan menggigit Chiellini dalam pertandingan Uruguay lawan Italia. Akibat kejadian tersebut Suarez disanksi empat bulan oleh UEFA, membuatnya absen di tiga partai awal Liga Champions musim ini. Jika Barca bertemu Juve, ini akan jadi kali pertama Suarez jumpa Chiellini usai insiden gigit tersebut. 

Lalu setidaknya juga ada duel bernuansa Italia jika Juve berjumpa Madrid; sehubungan dengan sosok Ancelotti. Peracik taktik El Real tersebut bukan cuma seorang Italiano tetapi juga pernah menangani La Vecchia Signora periode 1999–2001.

Apapun, hasil pengundian babak empat besar nanti niscaya akan menghadirkan partai-partai sengit pada 5-6 Mei dan 12-13 Mei, menuju final di Berlin pada 6 Juni mendatang. Prediksi Anda?

detik