This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 Mei 2015

Indonesia u-23 menang tipis atas Malaysia

 Tim nasional Indonesia U-23 memetik kemenangan tipis 1-0 saat berujicoba melawan Malaysia sebagai persiapan menjelang SEA Games 2015. Gol kemenangan itu dicetak oleh Wawan Pebrianto.

Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/5/2015), timnas U-23 bisa unggul 1-0 saat turun minum.

Gol itu dicetak oleh Wawan pada menit ke-37. Berawal dari sapuan bek Malaysia mengantisipasi sepakan sudut Evan Dimas Darmono, Wawan bisa menguasai bola di sisi kiri kotak penalti tim 'Harimau Muda'.

Wawan lantas melepaskan satu sepakan terarah ke sudut kanan atas gawang, yang gagal dijangkau oleh kiper Malaysia Mohammad Farhan Abu Bakar.

Di babak pertama, timnas U-23 sebenarnya bisa mendapatkan beberapa peluang emas. Sialnya, Ferinando Pahabol masih kurang maksimal memanfaatkan kans emas itu.

Timnas U-23 harus bermain dengan 10 orang pada menit 61. Hansamu Yama mendapatkan kartu kuning kedua setelah tangannya mengenai muka salah satu pemain Malaysia dalam perebutan bola.

Kiper timnas U-23 Muhammad Natsir Fadhil melakukan penyelamatan gemilang pada menit 67. Dia menepis sepakan Mohamad Amirul Hisyam Awan, hingga bolanya membentur mistar. 

Di sisa pertandingan, Malaysia tak mampu memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Laga pertama cabang olahraga SEA Games 2015 akan mulai pada 29 Mei mendatang. Timnas U-23 akan menghadapi Myanmar di laga pertama Grup A yang berlangsung di stadion Jalan Besar, pada 2 Juni mendatang.

detik


Rabu, 20 Mei 2015

Sunderland Terbebas dari Degradasi

London - Sunderland mencuri satu poin dari lawatannya ke markas Arsenal setelah bermain imbang 0-0. Namun satu poin dari laga ini sudah cukup untuk membuat mereka selamat dari jeratan degradasi.

Dalam pertandingan di Emirates Stadium, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB, Arsenal sebenarnya tampil sangat dominan. Penguasaan bola tuan rumah mencapai 75%. Arsenal tercatat melepaskan 28 kali upaya mencetak gol dengan delapan yang berstatus on target.

Namun rapatnya pertahanan Sunderland membuat upaya Arsenal tak membuahkan hasil. Sementara Sunderland yang beberapa kali mendapat peluang lewat serangan balik tak mampu memaksimalkan kesempatannya.

Tambahan satu poin dari laga ini membawa Sunderland naik ke peringkat ke-15 dan secara matematis aman dari degradasi. Pasukan Dick Advocaat itu mengumpulkan 38 poin dari 37 pertandingan.

Sementara itu, Arsenal masih tetap berada di urutan ketiga dengan 72 poin. Dengan satu laga tersisa, The Gunners sudah tidak bisa lagi menyalip Manchester City yang ada di urutan kedua dengan 76 poin.

Juve Makin Dekat dengan Treble

Juventus sukses meraih titel kedua musim ini sebagai juara Coppa Italia setelah menumbangkan Lazio di partai final. Kini, saatnya Bianconeri berburu titel ketiga di Liga Champions. 

Trofi Coppa Italia itu didapatkan Kamis (21/5/2015) dinihari WIB di Stadion Olimpico. Sempat tertinggal satu gol lebih dulu, akhirnya Juve mengakhiri pertandingan dengan skor 2-1 lewat babak extra time. 

Sukses itu menjadi gelar juara kedua Juve musim ini. Sebelumnya, mereka sudah meraih Scudetto. 

Peluang untuk meraih treble pun terbuka. Juve juga melaju ke final Liga Champions menghadapi Barcelona di Berlun pada 6 Juni.

"Aku harus mengatakan kalau tak mudah bisa sekaligus memenangkan Scudetto dan Coppa Italia. Sekarang saatnya kami untuk mencoba meraih titel ketiga," kata Allegri seperti dikutip Football Italia. 

"Tak gampang bermain dalam tiga turnamen sepanjang musim. Sekarang kami mencoba untuk menyelaraskan antara menghidupkan mimpi dan kembali kepada 

detik

Juve Juara Coppa Italia

Roma - Juventus mendapatkan trofi kedua mereka musim ini. Di partai final Coppa Italia, Bianconerimengalahkan Lazio dengan skor 2-1 lewat babak extra time.

Pada duel yang dihelat di Stadion Olimpico, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB, Lazio unggul lebih dulu di menit keempat lewat Stefan Radu. Juve membalas di menit ke-11 dari gol Giorgio Chiellini.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis. Gol kemenangan 'Si Nyonya Besar' dicetak Alessandro Matri di menit ke-97.

Kemenangan ini memastikan Juve menyudahi puasa 20 tahun gelar Coppa Italia setelah terakhir kali jadi juara di tahun 1995. Klub asal Turin itu resmi jadi pengoleksi trofi terbanyak di turnamen ini dengan 10 piala.
Coppa Italia jadi trofi kedua Juve musim ini setelah Scudetto. Peluang treble masih terbuka lebar andaikan mampu memenangi laga final Liga Champions kontra Barcelona 6 Juni mendatang.

detik

Barca dan Juve Bisa Pakai Jersey Utamanya di Final

Kabar baik untuk Barcelona. The Catalans diperkenankan untuk memakaijersey utamanya dalam final Liga Champions menghadapi Juventus pada awal Juni mendatang.

Untuk laga final Liga Champions 2014/2015, UEFA sudah menetapkan kalau Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah sementara Barcelona menjadi tim tamu.

Karena jadi tuan rumah, Juventus berhak memakai jerseyutama mereka yang berwarna hitam dan putih dalam corak garis vertikal. 

Meski bertindak sebagai 'tamu' Barcelona ternyata tidak harus memakai seragam kedua mereka. Karena warnajersey utama kedua tim sangat kontras, UEFA sudah mengizinkan Lionel Messi dkk tampil dengan seragam utamanya yakni biru-merah dalam corak garis vertikal. Demikian dikutip dari Marca.

Sejak Liga Champions berubah format di tahun 1992, Barcelona sudah maju empat kali ke final. Di seluruh laga tersebut Barca selalu tampil dengan seragam utamanya dan menjadi juara di tahun 2006, 2009 dan 2011. Satu-satunya kegagalan jadi juara adalah di tahun 1994 ketika kalah 0-4 dari AC Milan.

Sementara di tahun 1992 Barca jadi juara Piala Champions dengan memakai seragam oranye, di mana mereka mengalahkan Sampdoria dengan 1-0. Di tahun 1986 Barcelona kalah dari Steaua București di final saat memakai seragam biru, sementara di 1961 Barca tunduk di tangan Benfica 2-3 dalam seragam utama mereka.

Untuk Juventus, final terakhir Liga Champions mereka adalah di tahun 2003. Tampil dengan seragam putih-hitam ketika itu, Bianconeri kalah adu penalti oleh AC Milan. Di tahun 1996 Juventus justru jadi juara saat memakai jersey berwarna biru, mereka mengalahkan Ajax Amsterdam 4-2 juga lewat penalti.

Final Liga Champions musim ini akan dihelat pada 6 Juni, di Olympiastadion, Berlin.

detik

Madrid tentang Ronaldo...

Sepanjang 113 tahun sejarahnya, tak pernah Real Madrid punya pemain setajam Cristiano Ronaldo. Tapi enam musim sejak kedatangan CR7, El Real baru sekali memenangi La Liga Primera.

Sabtu (16/5/2015) lalu Madrid kehilangan gelar Liga Spanyol. Meski menang 4-1 dalam lawatan ke Espanyol, Madrid tetap tidak bisa mengejar Barcelona yang pada pertandingan lain menang 1-0 di kandang Atletico Madrid. Madrid tertinggal empat poin saat kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan lagi.

Kegagalan Madrid merebut trofi Liga Spanyol menjadi ironi dalam sejarah panjang klub tersebut. Sebabnya adalah keberadaan Ronaldo yang ternyata masih belum cukup memberi mereka gelar Liga Spanyol dan memupus dominasi The Catalans.

Padahal tidak pernah sebelumnya sepanjang sejarah Madrid memiliki pemain seperti Ronaldo. Di musim keenamnya bermukin di Santiago Bernabeu, Ronaldo sudah membuat 222 gol di Liga Spanyol saja. Dia sudah memecahkan banyak rekor klub yang sebelumnya seperti tidak mungkin dicapai. Ronaldo sudah berdiri di antara para legenda Madrid seperti Alfredo di Stefano dan Raul Gonzalez.

Tapi sejak Ronaldo datang ke Spanyol di musim 2009/2010, Madrid cuma berhasil memanfaatkan ketajaman pemain asal Portugal itu dengan satu gelar La Liga di musim 2011/2012. Dalam kurun yang sama Barcelona tampil dominan dengan empat gelar, sementara musim lalu titel tersebut disabet Atletico Madrid.

Ronaldo sejatinya sudah tampil luar biasa dalam seragam Madrid. Kecuali di musim pertamanya (26 gol), tidak pernah CR7 mencetak gol di bawah 30. Mantan pemain Manchester United itu malah membuat 46 gol di 2011/2012, saat mengantar Madrid menjadi juara. 

Rata-rata Ronaldo membuat 37 gol per musim di Liga Spanyol. Sebuah capaian luar biasa yang tidak pernah dipunya pemain Madrid lainnya. Dengan keunggulan empat gol atas Lionel Messi saat ini, Ronaldo malah berpeluang merebut Trofi Pichichi-nya yang ketiga

Kalau Ronaldo begitu tajam dan sangat subur bikin gol, kenapa Madrid kesulitan memenangi Liga Spanyol? Ketidakseimbangan tim bisa menjadi salah satu alasannya. Madrid memang mendatangkan Gareth Bale untuk menemaninya di lini depan, tapi skuat Madrid masih belum cukup seimbang.

Madrid dianggap masih rapuh di belakang. Dalam lima musim terakhir Madrid selalu bisa membuat lebih dari 100 gol, namun di saat bersamaan gawang mereka selalu kebobolan di atas 30 kali. Demikian dikutip dariMarca.

Saat Ronaldo beerapa kali memenangi Pichichi, dalam kurun yang sama tidak sekalipun kiper-kiper El Realmeraih Penghargaan Zamora sebagai kiper terbaik. Kiper terbaik musim ini hampir dipastikan jadi milik Claudio Bravo, sementara dua musim sebelumnya direbut Thibaut Courtois. Sedangkan di 2010/2011 dan 2011/2012 Victor Valdes yang meraihnya.

Di musim ini kondisi serupa terjadi. Madrid total sudah membuat 111 gol, tiga gol lebih banyak dibanding Barcelona. Tapi mereka kebobolan 35 kali, 16 lebih banyak dibanding Barcelona. Bahkan Athletic Bilbao (29), Valencia (30) dan Villarreal (33) punya pertahanan yang lebih baik.

Masih beberapa musim lagi Madrid akan diperkuat Ronaldo. Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah Madrid akan bisa memanfaatkan ketajaman Ronaldo untuk mengantar mereka memenangi gelar.

detik